PEER PRESSURE DAN PERKEMBANGANNYA DI ERA MODERN SAAT INI
(Ibnu Qayyim al Jauziyah)
Teman dan persahabatan merupakan hal yang sangat berarti dalam hidup manusia.
Teman adalah tempat kita berbagi, menyampaikan keluh kesah dan tempat berlindung saat
kita mengalami tekanan hidup. Teman memang mempunyai kedudukan yang sangat penting
bagi manusia. Entah apa jadinya hidup tanpa kehadiran seorang teman tentu akan terasa
hampa dan sepi. Kita merasa terlindungi lewat keberadaan teman-teman di sekeliling kita.
Mereka menjadi tempat kita berteduh dari ketidaknyamanan hidup, begitu juga sebaliknya
keberadaan kita bagi mereka.
Masalah yang ada pada remaja modern saat ini adalah maraknya tekanan dari
teman-teman sebayanya yang cenderung mengarah pada sisi negatif. Fenomena peer
pressure yang saat ini menjadi momok bagi sebagian orang tua karena akan
berdampak negatif yang lebih banyak jika para anaknya tidak dapat menyaring
informasi yang benar dan baik. Dengn adanya peer pressure ini, begitu pula dengan
peer culture ‘’budaya teman sebaya’’, remaja menjadi sulit untuk menolak nilai serta
kebiasaan yang berlaku ditengah-tengah teman sepermainan mereka. Bila mereka
menolak untuk untuk merokok misalnya, maka mereka akan dikucilkan dari pergaulan
dan ini sangat tidak nyaman bagi mereka. Atau, bila mereka tidak pacaran
sementara semua teman-teman di kelompoknya memiliki pacar, maka mereka akan
menjadi terasing dalam pergaulan.
Seks, pacaran, rokok, obat-obatan terlarang, kekerasan, dan menghamburkan
waktu. Itu merupakan aspek negatif yang kerap kali kita jumpai dalam pergaulan
remaja modern. Remaja zaman sekarang akan merasa malu kalau tidak punya pacar,
jomblo katanya seperti orang tidak laku. Berbagai hal yang dilarang oleh agama
akhirnya dilakukan. Mulai dari duduk berduaan, cium pipi, cium bibir dan yang lebih
parahnya tidur bersama sang pacar. Budaya ini tentu saja sangat dilarang oleh
agama.
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatn
yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (17: 32)
Zina tidak akan terjadi kalau tidak ada pendekatan atau rangsangan
sebelumnya. Banyak remaja zaman sekarang yang tidak peduli dengan perilaku zina,
mulai dari yang kecil-kecilan dan lain sebagainya.
Demikian pula dengan kekerasan kaum remaja berkumpul bersama
kelompoknya masing-masing di sekolah. Kemudian terjadi saling mengejek antar
kelompok dan bahkan tawuran antar sekolah. Permusuhan yang terjadi hanya karena
massalah sepele yang padahal dapat diselesaikan dengan cara damai.
Perintah berfikir dalam-dalam sebelum bertindak, ada dalam hadis Rasullullah
saw berikut
‘’Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullahu shallahu ‘alaihi wassalam
bertanya, Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut (pailit) itu? Maka mereka
(para sahabat) menjawab, ‘Orang yang pailit dari umatku adalah orang yang tidak
mempunyai uang dan harta.’ Maka rasulullah shallahu’alaihi wassalam menerangkan,
Orang yang pailit dari umatku adalah orang yang dating pad ahari kiamat dengan
(pahala) shalat, puasa dan zakatnya, namun dia dating dan (dahulu di dunianya) dia
telah mencela si ini, menuduh (berzina) si itu dan telah memukul orang lain (dengan
tidak hak), maka si ini diberikan kepadanya kebaikan orang yang membawa banyak
pahala ini, dan si itu diberikan sedemikian juga, maka apaqbila kebaikannya sudah
habis sebelum dia melunasi segala dosanya (kepada orang lain), maka kesalahan
orang yang dizalimi di dunia itu dibebankan kepadanya, kemudian dia dilemparkan ke
api neraka’’ (HR. Muslim)
Jangan kita bergaul dengan teman karena takut dijauhi mereka. Jangan juga
kita bergaul dengan teman karena kita menaruh harapan padanya. Sesuai dengan
pendapat Ibnu Qayyim al Jauziyah:
‘’Seberapa jauh ketakutanmu terhadap orang selain Allah, maka dia pun semakin
berani menindasmu, dan seberapa jauh harapanmu terhadap selain Allah, maka
sejauh itu engkau akan mengalami kegagalan untuk mendapatkan apa yang engkjau
harapkan.’’
By : Khairunnisa, Avenzoar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar